Kabar
400 Guru Bimbingan Konseling Se-DKI Belajar Hypnosis in Teaching
- Details
- Created on 09 October 2010
- Written by Administrator
- Hits: 644
Sekitar 400 guru SMP bidang bimbingan konseling (bk) se Jakarta mendapat pengenalan cara dahsyat mengajar dengan hipnosis. Acara yang menghadirkan ahli hipnotis, Andri Hakim, berlangsung seru dan mendapat sambutan positif baik dari para guru dan pejabat diknas. Nampaknya teknik hipnosis dalam belajar mengajar masih merupakan hal baru yang tidak sekadar mengundang rasa ingin tahu, tetapi juga menarik untuk dipraktikkan.
Sekitar 400 guru SMP bidang bimbingan konseling (bk) se
Jakarta mendapat pengenalan cara dahsyat mengajar dengan hipnosis. Acara
yang menghadirkan ahli hipnotis, Andri Hakim, berlangsung seru dan
mendapat sambutan positif baik dari para guru dan pejabat diknas.
Nampaknya teknik hipnosis dalam belajar mengajar masih merupakan hal
baru yang tidak sekadar mengundang rasa ingin tahu, tetapi juga menarik
untuk dipraktikkan.
Mengapa seminar ini digelar? Menurut Nani Sudarsyah, mewakili
guru bk, seminar yang berlangsung di ruang Graha Citra Caraka, Gedung
Telkom, Jakarta ini bertujuan menggali potensi dan meningkatkan
kreativitas guru bimbingan konseling dalam belajar mengajar.
Sementara Drs. Budiana, MM, Direktur SMP-SMA Diknas dalam sambutannya mengatakan guru memiliki peran yang
strategis
dan penting dalam era globalisasi. Untuk itu guru harus mampu membawa
anak didiknya menjadi manusia pembelajar. Lebih khusus ia menambahkan
bahwa anak didik perlu memiliki kompetensi di era global ini. Inilah
tugas berat untuk para guru yang perlu diemban.
Namun pada
kenyataan banyak persoalan yang dihadapi baik oleh siswa maupun guru.
Beberapa hal contohkan Andri, seperti melihat siswa yang stres
menghadapi ujian nasional, ada berita guru stress di Malang yang
menganiaya tiga siswa. Selain itu, masih banyak lagi contoh kegagalan
proses belajar dan mengajar di kelas, antara guru dan murid. Salah
satunya penyebabnya, guru gagal membina kedekatan dengan murid.
Maka
solusinya, perlu cara dahsyat dan efektif untuk membangun kedekatan
antara guru dan murid. Melalui teknik hipnosis, cara ini cenderung bisa
memotivasi baik untuk guru sendiri maupun murid. Aneka teknik hipnosis
ini bisa memperbaiki metode belajar-mengajar yang selama ini dirasakan
gagal dan tidak efektif. Seperti cara menciptakan suasana nyaman, murid
menjadi tertarik dan turut dalam aktivitas belajar. Cara-cara seperti
teknik mirroring, locking people in the box, rapport, rahasia kontak mata, dan lainya dipaparkan Andri dalam seminar yang berlangsung kurang lebih dua jam.
Hipnosis sendiri adalah kondisi seseorang menerima saran. Sementara Hypnosis in Teaching sendiri
adalah cara-cara hipnosis yang diterapkan secara praktis untuk
belajar-mengajar. Dalam seminar ini Andri coba memberikan motivasi dan
inspirasi tentang praktik dan teknik mengajar dengan cara yang berbeda,
yakni menggunakan metode hipnosis.
Beberapa alat penting untuk membangun keberhasilan pengajar dengan
teknik hipnosis, seperti yang diterangkan Andri Hakim di antaranya: building rapport (membangun
hubungan bawah sadar), misalnya dengan nafas, gerakan, penampilan
pengajar, kalimat pembuka, doa, melantunkan lagu, pantun, dan kata-kata
motivasi.
Untuk memasuki pikiran bawah sadar murid, lakukan
relaksasi dan fokus. Suasana kelas, kebersihan, kesejukan, pemilihan
warna kelas, dan pencahayaan juga berpengaruh. Nah, dalam memberikan
sugesti saat belajar, faktor sosok pengajar, imajinasi, metafora,
penggunaan pola bahasa, visual, audio, kinestetik, dan penggunaan
perintah yang tepat sangat mempengaruhi keberhasilan menghipnosis.
Sementara
itu bila menginventaris persoalan belajar dan mengajar, nampaknya
memang dihadapkan dengan banyak kendala, terutama dihadapi para guru.
Seperti halnya nampak dalam curhat Ibu Tumi yang merasa terlanjur dicap
'seram' oleh murid-muridnya. Dalam sesi interaksi dengan Andri Hakim
ini, Ibu Tumi menginginkan cara agar terlepas dari pencitraan 'seram'
dan 'tegas' tadi. "Tentang pencitraan, image atau pencitraan itu suatu yang harus dibangun. Salah satu solusinya bisa menggunakan teknik locking people in the box, " ujar Andri sembari memberikan contoh.
Lain
lagi dengan Bu Eki dari SMP 58 Jakarta yang merasa sering terpancing
dengan ulah siswa. Untuk solusi persoalan ini Andri Hakim menunjukkan
dengan saran jitu, misalnya dengan mengajak guru untuk melakukan
perencanaan sejak bangun pagi, melakukan relaksasi dengan membangun
pikiran positif, serta mengimajinasikan apa yang akan mereka lakukan di
sekolah. "Lakukan hal ini selama 21 hari agar mendapat hasil yang
optimal dan 'sentuhlah' murid yang bermasalah," ujar penulis buku
Hipnoterapi ini.
Pertanyaan lain hadir dari Ibu Tri dari SMP 29
Jakarta mengenai cara agar guru sama-sama tergerak mempraktikkan
hipnosis dan berpikiran positif pada anak didik. "Caranya terapkan salah
satu teknik yang ada dalam Hypnosis in Teaching dan ceritakan manfaatnya dengan memberikan contoh," jawab Andri.
Yang jelas salah satu tujuan dari Hypnosis in Teaching adalah menghadirkan sosok guru yang bijak, bisa membina
keharmonisan dalam belajar, dan menjadikan guru yang luar biasa, serta dikenang positif oleh peserta didiknya.
Beberapa penanya mendapatkan doorprize berupa
bingkisan dari PT Telkom. Acara ini terselenggara berkat kerjasama
dengan penerbit Visimedia, Diknas, Wisdom Hyposis, dan PT Telkom.
Sebelumnya sekitar 300 guru penilik dan pengawas sekolah (TK - SMA) se-DKI telah mendapat siraman Hypnosis in Teaching dengan
pembicara Moelyono (Visimedia) dalam seminar yang digelar di gedung
Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan Provinsi DKI (Rabu, 06 Oktober 2010).
Salam hipnosis dan ayo praktikkan teknik mengajar dengan hipnosis.







