Kabar
Buku Pintar Bahasa Indonesia
- Details
- Created on 15 March 2011
- Written by Administrator
- Hits: 1545
Berbahasa Indonesia yang baik dan benar akan memberikan apresiasi penghargaan yang besar terhadap bangsa. Jika bukan kita sendiri yang menghargai bahasa Indonesia, siapa lagi yang akan menghargainya? Pasalnya, bahasa Indonesia sudah cenderung dipakai alakadarnya. Hanya sebagai alat komunikasi semata. Padahal, bahasa persatuan ini memiliki nilai apresiasi yang mendalam dan perlu diketahui oleh kita.
Bahasa Indonesia memiliki aturan yang mesti diterapkan oleh penduduknya, yaitu disebut dengan tata bahasa. Tata bahasa inilah yang akan mengatur bentuk bunyi, huruf, dan makna dalam setiap kata atau kalimat yang kita ucapkan. Penggunaan tata bahasa yang baik akan menjadikan bahasa Indonesia lebih berharga dalam dunia kebahasaan dan sastra.
Salah satunya ialah tekanan nada dan jeda ketika berbicara. Berbicara tidak sekadar mengeluarkan bunyi bahasa, tetapi ada unsur-unsur tekanan, nada, dan jeda. Tekanan berkaitan dengan masalah keras lunaknya bunyi. Tekanan ini ada yang bersifat distingtif/membedakan makna, namun ada pula yang tidak distingtif/tidak membedakan makna. Dalam bahasa Indonesia, tekanan tidak bersifat distingtif. Misalnya, kata orang tua, apabila diucapkan dengan menekankan pada unsur orang atau tua, maknanya akan tetap sama.
Dalam bahasa Indonesia, nada baru dapat membedakan makna pada tataran kalimat. Oleh karena itu, kita mengenal adanya kalimat berita, kalimat perintah, dan kalimat tanya. Kita dapat memahami suatu kalimat itu merupakan berita, perintah atau pertanyaan sesuai dengan nada yang diucapkan pembicara.
Sedangkan jeda berkaitan dengan hentian bunyi dalam suatu ujaran. Jeda dikenal juga dengan istilah persendian. Maka, dikenal istilah sendi dalam dan sendi luar. Sendi dalam merupakan jeda yang bersifat sementara. Sendi dalam menunjukkan batas antara satu suku kata dengan suku kata yang lain.
Contoh: /am+bil/ /lam+pu/ /pe+lak+sa+na/
Tanda (+) dalam pengucapan di atas menunjukkan jeda (sendi dalam). Sendi luar menunjukkan batas yang lebih besar dari
suku kata. Sendi luar memberi jeda antarkata dalam frase, antarfrase dalam klausa, dan antarkalimat dalam wacana.
Tekanan dan jeda dalam bahasa Indonesia sangat penting karena keduanya dapat mengubah makna kalimat.
Contoh:
buku / sejarah baru (maknanya, yang baru adalah sejarahnya)
buku sejarah / baru (maknanya, yang baru adalah bukunya)
Dengan demikian, jelaslah bahwa tekanan, nada, dan jeda merupakan bagian penting dalam sebuah ujaran atau pengucapan dalam bahasa Indonesia. Bagaimana dengan hal lainnya? Tentu saja masih banyak pokok bahasan lainnya. Tidak hanya bunyi, tapi juga huruf, kata, kalimat, imbuhan, paragraf, karangan, berita, fiksi, dan lain-lain.
Buku Rangkuman Bahasa Indonesia Lengkap SD SMP SMA yang diterbitkan IndonesiaTera ini berisi tentang rangkuman pelajaran bahasa Indonesia mulai dari Tata Bahasa, Kemampuan Berbahasa, dan Kemampuan Bersastra yang dipelajari di SD, SMP, dan SMA. Dilengkapi pula dengan contoh-contoh dari setiap materi sehingga dapat lebih memudahkan siswa dalam mempelajarinya.
Di dalam buku yang ditulis oleh Acep Yonny, S.S & Sri Kunthi Ambarwati ini dimulai dari materi pembahasan fonetik, fonemik, tekanan, nada, huruf, kata, kalimat, afiks, karangan, berita, pidato, memo, menyunting, karya tulis ilmiah, ruang lingkup sastra, fiksi, pantun, sastra lama, drama, hingga ungkapan. Buku ini bisa mengantarkan Anda menjadi pintar berbahasa Indonesia dengan baik dan benar.



