Distribusi dan Penjualan Toko Buku Online

Kesibukan dalam beraktivitas kadang membuat orang tidak menyempatkan waktu untuk belanja ke toko buku reguler. Peluang inilah yang dimanfaatkan puluhan toko buku online untuk membuka lapak di ranah maya. Keberadaan mereka dalam beberapa tahun belakangan ini tergolong fenomenal.

“Luar biasa! Perkembangannya cukup drastis sekali,” tutur Andi Basuki, General Manager Marketing Support Agromedia saat ditemui di perkantoran Kelapa Hijau. Andi sedang sibuk melayani beberapa relasi toko buku online. Tercatat ada 22 toko buku online yang menjadi langganan distributor Agromedia.

Distributor sendiri dibagi ke dalam 3 bagian, yakni distributor Gramedia, Tradisional Jakarta, dan Tradisional Luar Jakarta. “Nah, toko buku online ini dikelola oleh teman-teman Tradisional Jakarta,” ucapnya.

Andi yang sudah 10 tahun di Agromedia juga menjelaskan tentang layanan yang ia kelola. Menurutnya, secara prinsip toko buku online sama saja dengan toko buku offline. Perbedaannya hanya pada sisi penawaran dan kecepatan layanan. “Jika ke toko buku Gramedia misalnya, mereka akan meminta data buku secara detail. Mulai dari kualitas kertas, isi, dan lain-lain. Mereka butuh buku secara fisik. Sedangkan kalau toko buku online, cukup dengan informasi dan sampul buku saja,” jelas pria yang kerap disapa Abas ini.

Meski sejauh ini tidak ada masalah dengan para relasi, Andi mengaku kendala yang dihadapi justru datang dari kalangan internal. “Kita agak kesulitan karena tidak semua penerbit menyampaikan informasi bukunya ke kami secara cepat. Contohnya sampul buku yang harus segera dikirim ke relasi,” tuturnya.

Untuk mengantisipasinya, Andi biasanya melakukan scanning terhadap sampul buku tersebut. “Tidak lama, hasilnya langsung dikirim ke relasi lewat e-mail. Kasihan kalau mereka harus nunggu.”

Soal stok bukunya, toko buku online juga akan dilayani Andi dengan cepat. Hal tersebut diakui Dini Ratnasari, Koordinator Penjualan Republik Fiksi, “Hampir semua buku yang terpampang di website RF tersedia stoknya di gudang kita. Begitu pelanggan melakukan konfirmasi pembayaran, hari itu juga buku akan kita proses untuk dikirim.”

Republik Fiksi yang diluncurkan pada tanggal 1 Mei 2014 lalu memang fokus pada buku-buku fiksi yang sebagian besar masih buku terbitan dari Agromedia Grup. “Tapi beberapa penerbit eksternal juga mulai kita jual dan sedang kita kembangkan agar lebih banyak lagi penerbit-penerbit luar lainnya,” terang Dini melalui surat elektronik.

Dini dan rekan-rekannya di Repulbik Fiksi juga aktif melakukan brand awarness ke khalayak, baik di media sosial maupun promo offline seperti mengadakan pameran dan bazaar di beberapa tempat. Selain itu, Dini juga terus mengedukasi pelanggan dengan memberikan penjelasan soal tata cara pembelian buku yang benar sehingga tidak menyulitkan di kemudian hari.

Baik Andi maupun Dini, berharap layanan yang mereka sediakan bisa diterima dan terus menjadi yang terbaik. “Semoga ada timbali balik antara karyawan dan perusahaan. Jika omzet naik, itupun akan kembali ke kita dalam bentuk fasilitas dan tunjangan dari perusahaan,” tutup Andi Basuki.

Ngobrolin Pajak Bersama Visimedia

Berbicara tentang pajak memang hal yang memusingkan, tetapi pajak adalah hal yang tidak bisa dihindari. “Hanya ada dua hal yang tidak bisa dihindari, kematian dan pajak,” kata Ainur Bayinah, penulis buku Bayar Pajak Lebih Murah pada Seminar Pajak Ecommerce dan Bayar Pajak Lebih Murah. Acara ini dilaksanakan pada Sabtu, 25 April 2015, di lantai 4 tower C, Perpustakaan Universitas Indonesia, Depok, untuk menumbuhkan masyarakat yang sadar pajak.

Dua topik utama yang diangkat Visimedia Pustaka dalam Seminar Pajak adalah isu pajak terkini yang belum banyak diketahui masyarakat awam, yaitu masalah Pajak Ecommerce dan Bayar Pajak Lebih Murah dengan Zakat dan Sumbangan Wajib Keagamaan. Seminar yang berlangsung lebih kurang 1,5 jam ini berhasil menyihir para peserta dengan fakta-fakta hukum terbaru tentang pajak.

Sebagai penerbit buku-buku hukum terdepan di Indonesia, Visimedia Pustaka memantau perkembangan hukum pajak di Indonesia. Dua tema yang menarik perhatian kami, yaitu pajak untuk pelaku electronic commerce (e-commerce) serta zakat dan sumbangan wajib keagamaan menjadi pengurang penghasilan bruto kena pajak. Dua hal ini merupakan regulasi terbaru yang memudahkan sekaligus menerapkan asas keadilan pada masyarakat, khususnya pelaku e-commerce serta pembayar zakat dan sumbangan wajib keagamaan.

Peserta yang hadir berasal dari kalangan profesional pelaku ecommerce, akademisi, komunitas blogger, hingga masyarakat awam. Mereka begitu antusias mendengarkan penjelasan tentang Pajak Ecommerce serta Membayar Pajak Lebih Murah dengan Memaksimalkan Zakat dan Sumbangan Keagamaan.

Dr. Nufransa Wira Sakti, chief of change management officer Direktorat Jenderal Pajak, yang juga penulis Buku Pintar Pajak Ecommerce menerangkan tentang pajak ecommerce dengan komprehensif. Begitu juga dengan Ai Nur Bayinah, S.E.I., M.M., penulis buku Bayar Pajak Lebih Murah yang menerangkan bahwa zakat dan sumbangan wajib keagamaan yang kita bayarkan ternyata bisa mengurangi pendapatan bruto kena pajak. Kedua tema ini sukses memberikan pencerahan baru untuk peserta seminar tentang pajak dan regulasi terbaru yang berlaku di Indonesia.

Acara ini dilaksanakan oleh Visimedia Pustaka bekerja sama dengan Perpustakaan Universitas Indonesia. Hal ini karena Visimedia Pustaka melihat Perpustakaan Universitas Indonesia sebagai poros pengetahuan terdepan di Indonesia yang terbuka untuk bekerja sama dalam penyebaran informasi dan edukasi hukum, khususnya yang terkait dengan regulasi terbaru dari pemerintah. Seminar Pajak E-Commerce dan Bayar Pajak Lebih Murah ini diharapkan dapat membantu pemerintah dalam menyebarkan regulasi hukum pajak terbaru.